Wanita Berkarier di Bidang Sains dan Teknologi, Kenapa Tidak?

Dengan perkembangan dunia yang serba digital saat ini wanita seharusnya memiliki kesempatan berkarier lebih luas, termasuk berkecimpung di dunia sains dan teknologi. Apalagi wanita kini telah terintegrasi dengan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk juga dalam hal pekerjaan

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Gaya Hidup

Wonderful Life, Kisah Kehidupan Perempuan yang Penuh Warna

Gaya Hidup | 0 Komentar

Pembelajaran yang sangat berharga tentang hidup dan kehidupan bisa didapat dari mana saja. Hal itu dirasakan aktris Atiqah Hasiholan, saat berperan dalam film layar lebar Wonderful Life. 

Pada film terbarunya ini, Atiqah mengaku mendapat banyak tantangan dan pengalaman yang berbeda dibandingkan peran-peran sebelumnya. Atiqah mengaku, ia sepenuhnya harus menggunakan perasaan dan emosi untuk mendalami karakter Amalia dalam film ini. 

“Peran ini sangat menantang. Saya banyak main perasaan dan emosional, dimana saya tidak terima Aqil mengalami disleksia, terus mendengar berbagai pendapat orang lain yang belum tentu benar tentang pengobatan disleksia. Sampai akhirnya mencoba bangkit dan mampu memahami serta menerima keadaan."

Pada film Wonderful Life ini Atiqah memerankan sosok Amalia, seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Sang buah hati, Aqil didiagnosis mengalami disleksia. 

Awalnya, Amalia berusaha menyangkal kenyataan tersebut. Ia pun berusaha mencari berbagai cara pengobatan di luar penanganan medis, demi untuk penyembuhan si kecil. Sampai-sampai ia harus mengorbankan pekerjaannya yang saat itu justru sedang berada di tahap puncak karier. 

Akan tetapi, setelah menjalani lika –liku perjuangan dalam mencari pengobatan untuk Aqil, ia makin menyadari ada hal lain yang tak ternilai dengan sesuatu apapun. Amalia memetik nilai-nilai kehidupan yang sangat bermakna. Ia mulai menyadari sepenuhnya kondisi Aqil, sekaligus mengetahui bahwa ada bakat terpendam dalam diri buah hatinya yaitu melukis.

Bakat luar biasa Aqil inilah yang perlu dikembangkan, sekaligus menjadi salah satu terapi baginya. Amalia juga menyadari bahwa prestasi atau nilai akademik bukanlah segala-galanya. Bahkan, dengan perjalanan kehidupan ini, Amalia juga makin merasakan jalinan kedekatan dan kebersamaan dengan Aqil.   

Nah, dalam memerankan sosok Amalia yang cenderung perfeksionis, tegas, dan kukuh pada pendiriannya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Atiqah. “Banyak PR yang harus saya lakukan dalam film Wonderful Life ini, bagaimana mendalami karakter sebagai Ibu Amalia. Tantangan yang paling berat adalah bagaimana memahami keadaan atau situasi sebagai Amalia yang menghadapi buah hatinya mengalami disleksia.”

Bagi istri aktor Rio Dewanto ini, menjalankan karakter sosok Amalia dalam film Wonderful Life ini menjadi pekerjaan ekstra. “"Walaupun saya pernah memerankan sebagai seorang ibu pada film sebelumnya, tapi perannya tak sesignifikan film Wonderful Life. Pada film ini saya harus intens juga berhubungan dengan sosok anak.”
 
Menurut Atiqah, meski film ini mengangkat tema disleksia, tapi sebenarnya yang mau dibicarakan adalah hubungan antarmanusia. "Film ini menceritaka bagaimana hubungan saya dan anak jadi buruk karena hubungan saya dengan ayah, juga mengenai hubungan saya dengan orang-orang di lingkungan saya, termasuk lingkungan kerja, serta hubungan saya dengan anak yang mengalami disleksia, tapi sekaligus memiliki bakat melukis.”  

Atiqah berharap film ini bisa menginspirasi dan memberi pembelajaran bagi masyarakat, termasuk para orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus. “Saya berterima kasih pada Ibu Amalia yang mau berbagi pengalamannya. Sebagai seorang perempuan yang kelak menjadi seorang ibu, hal ini benar-benar menjadi pembekalan yang berharga buat saya," papar Atiqah. 

Film Wonderful Life yang dipersembahkan oleh Sariayu bersama Visinema, Creative & Co, dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) 
Film ini menjadi pembuka gerakan perubahan yang diinisiasi oleh Sariayu Martha Tilaar, yaitu Be Wonderful Movement. Gerakan ini akan berkesinambungan yang mengajak para perempuan Indonesia untuk membuat perubahan dalam hidupnya. 

Be Wonderful Movement  ini diharapkan dapat menjadi gerakan pemberdayaan perempuan Indonesia yang menginspirasi sosok perempuan-perempuan lain sehingga berwawasan luas, mandiri, kuat dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Para perempuan ini diharapkan dapat menjadi agent of change yang akan memotivasi dan menjadi cahaya penerang bagi orang-orang dan lingkungan di sekitarnya.
(Hilman)

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami