Mari Makan Ikan !

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki pengaruh bagi melimpahnya sumber daya laut, khususnya Ikan. Namun, sangat disayangkan ternyata sumber daya laut yang melimpah itu tidak dinikmati oleh warganya sendiri. Hal ini terlihat dari jumlah konsumsi ikan pada masyarakat Indonesia yang ternyata tidak cukup tinggi.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Kesehatan

Waspadai Penyakit Emerging, Re-Emerging dan New Emerging

Kesehatan | 0 Komentar

Dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyakit, tahun 2016 menjadi tahun yang dinilai penuh kejutan dan tantangan, karena kemunculan penyakit yang emerging, re-emerging dan new emerging.  Ini mengingatkan kita  agar tidak boleh lengah terhadap penyakit-penyakit yang telah dinyatakan eliminasi atau eradikasi.

“Penyakit-penyakit yang telah dinyatakan eliminasi atau eradikasi, kemungkinan untuk muncul kembali itu tetap ada. Kita harus terus waspada,” tutur Direktur Jenderal  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM.
Menanggapi pertanyaan media mengenai new emerging disease, dr. Subuh menerangkan bahwa penyakit new emerging diantaranya adalah HIV/AIDS dan Flu Burung. Sedangkan penyakit emerging adalah penyakit yang banyak ditemukan, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit Zika bukan merupakan penyakit baru atau new emerging disease, tetapi re-emerging disease atau muncul kembali yang neglected (terlupakan). “Bagaimanapun Zika masih merupakan suatu ancaman, karena negara tetangga kita endemis, sehingga kewaspadaan tetap perlu dilakukan.”

Menurut dr. Subuh, Kemenkes terus melakukan pengawasan melalui surveilans yang dilakukan dan membaca signal atau tren penyakit yang merebak di negara-negara lain, sebagai langkah preparedness.

Saat ini yang perlu diwaspadai adalah Flu Burung, karena angka kematiannya tinggi dan telah mulai merebak di daratan China. “Meskipun pada 2016 lalu kita tidak menemukan kasus Flu Burung, tetapi obat Tamiflu tetap kita beli sebagai langkah antisipasi,” kata dr. Subuh.

Oseltamivir, obat antivirus influenza yang dikenal dengan sebutan Tamiflu, merupakan obat utama yang dipakai dalam mengatasi pandemi flu di banyak negara. “Obat Tamiflu tetap kita beli, tetap kita adakan, meskipun bila nanti tidak ada kasus berarti tidak terpakai. Kita tidak mau ada risiko,” jelas dr. Subuh.

Subuh menambahkan, pengadaan obat Tamiflu merupakan stok secara nasional, disimpan di Pusat dan dipakai sesuai keperluan. Begitu ada indikasi kasus Flu Burung, harus diminta dari Kabupaten/Kota atau RS Provinsi ke Pemerintah Pusat, tandas dr. Subuh.
Sumber: depkes.go.id
Foto : freepik.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami