Tak Lama Lagi, Tidak Ada Perairan Tanpa Sampah Plastik

Sampah plastik terbawa ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Kemudian sungai-sungai membawa sampah dan segala zat pencemar ke muara dan laut. Wah bisa dibayangkan ya jika masalah ini tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada menumpuknya sampah, baik di lautan maupun di perairan daratan.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Lingkungan

Tak Lama Lagi, Tidak Ada Perairan Tanpa Sampah Plastik

Lingkungan | 0 Komentar

Sampah plastik adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup yang dapat berpengaruh bagi lingkungan darat maupun perairan. Plastik merupakan produk serbaguna, ringan, fleksibel, tahan kelembaban, kuat, dan relatif murah. Karena berbagai kemudahan tersebut, seluruh dunia berambisi untuk menghasilkan leih banyak produk berbahan baku plastik. Namun, tanpa disadari karakter dasar plastik yaitu sulit diurai ditambah cara penggunaan yang berlebihan, justru dapat menjadi ancaman sehingga merusak lingkungan hidup.

 

Manfaat penggunaan produk plastik harus diimbangi dengan perhitungan dampak negative yang dihasilkan. Dalam satu sisi, penggunaan plastik memang menjaga produk tertentu tetap segar dan lebih tahan lama karena kedap udara. Penggunaan plastik juga memungkinkan untuk pembuatan alat-alat kesehatan, berfungsi untuk meningkatkan efisiensi transportasi, memiliki potensi besar digunakan dalam teknologi energi terbarukan. Meski demikan plastik juga memiliki beberapa bahaya seperti zat adiktif beracun dalam plastik (pewarna plastik, bahan baku seperti (BPA) bisphenol A) telah meningkatkan kesadaran kondumen untuk memilih produk yang lebih ramah lingkungan.

 

Sampah Plastik di Dunia

Kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton setiap tahunnya. Menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini akan bertambah 2,2 miliar ton pada tahun 2025. Selama lebih dari 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik global terus meningkat. Diperkirakan 299 juta ton plastik diproduksi pada 2013. Angka tersebut menegaskan kecenderungan volume sampah dari plastik dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana dilaporkan studi Worldwatch Institute. Pemakaian produk plastik global diseluruh dunia diperkirakan mencapai 260 juta ton pada tahun 2008. Menurut laporan Global Industry Analysis, pemakaian produk plastik di dunia mencapai 297 juta ton pada akhir 2015.

 

Produksi plastik di seluruh dunia telah berkembang sebagai bahan yang tahan lama dan berbasis minyak bumi. Plastik secara bertahap menggantikan bahan-bahan baku lain seperti kaca dan logam. Saat ini rata-rata orang Eropa Barat dan Amerika Utara menggunakan sektar 100 kg plastik setiap tahun, yang sebagian besarnya dalam bentuk kemasan. Sedangkan masyarakat Asia menggunakan sekitar 20 kg per orang. Angka ini diperkirakan akan tumbuh pesat seiring dengan perkembangan ekonomi Asia.

 

Kondisi pencemaran sampah plastik di lautan sendiri dalam  setiap tahunnya mencapai 10 hingga 20 juta ton. Sebauah studi baru memperkirakan bahwa sekitar 5 triliyun partikel plastik dengan berat total 268.940 ton mengambang di lautan saat ini. Sampah plastik di lautan ini menghasilkan kerugian hingga 13 miliyar USD setiap tahunnya, mulai dari kerusakan ekosistem laut hingga wisata alam. Hewan seperti burung laut, paus, lumba-lumba, mati akibat memakan atau terjerat sampah plastik.

 

Sebuah studi lain yang dilakukan oleh kelompok kerja ilmiah di Pusat Nasional UC Santa Barbara telah diterbitkan dalam jurnal Science. Studi ini menghitung masukan sampah plastik dari tanah ke laut. Hasilnya menunjukkan bahwa 8 juta metrik ton sampah plastik mencemari lautan setiap tahun. Pada tahun 2025, input tahunan ini diperkirakan mencapai dua kali lebih besar.

 

Sampah plastik ini terbawa ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Kemudian sungai-sungai membawa sampah dan segala zat pencemar ke muara dan laut. Akibatnya sampah terbawa oleh ombak lautan untuk mencapai pantai. Wah bisa dibayangkan ya jika masalah ini tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada menumpuknya sampah, baik di lautan maupun di perairan daratan.

Sumber : Lingkunganhidup.co

Sumber foto : Freepik

 

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami