Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017: Tampilkan Dinamika Fashion Muslim Indonesia

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia kembali diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 6-9 April 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Galeri

Penghargaan EADC 2016 : Apresiasi Bagi Sineas dalam Melihat Pembangunan Kesehatan di Indonesia

Galeri | 0 Komentar

Kesehatan merupakan hal penting bagi manusia karena merupakan hulu dari segala hal. Apabila tubuh tidak sehat, kita tidak akan dapat berkinerja dengan baik dan optimal.  Kesehatan merupakan investasi suatu bangsa karena akan memengaruhi kemajuan suatu bangsa.

Untuk membangun kesadaran tentang kesehatan maka masyarakat perlu diberi pengetahuan dan pemahaman yang cukup berupa kebijakan dan program yang telah ditempuh dan dicapai. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dalam kaitan ini sosialisasi dapat dilakukan melalui televisi dalam bentuk penghargaan film dokumenter dengan tema Indonesia Sehat, dengan program turunan lainnya.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek pada  malam penghargaan Eagle Award Documentary Competion (EADC) 2016 di Jakarta, Minggu (20/11) seperti dikutip depkes.go.id 

Tahun 2016 ini penyelenggaraan EADC ke-12 mengusung tema Indonesia Sehat, dengan ruang lingkup tema yang menyangkut: Kesehatan masyarakat, Kesehatan lingkungan, Pelayanan Kesehatan, Inovasi dan Pembangunan, serta Partisipasi Publik.

Menkes mengatakan upaya sosialisasi melalui media televisi merupakan salah satu cara yang tepat untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa salah satu media penyebarluasan informasi yang paling efektif adalah melalui media televisi.

“Saya sangat mendukung karya-karya dokumenter dan kebanggan untuk kami, para sineas muda dapat membuat film dokumenter yang menyoroti dunia kesehatan,” tutur Menkes.

Menkes juga mengajak para sineas muda untuk lebih banyak menyajikan cerita nyata apa saja yang terjadi di daerah-daerah dan menggambarkan bagaimana perkembangan pembangunan kesehatan di Indonesia Melalui ajang film dokumenter seperti saat ini.

Pada acara ini terpilih 3 film pemenang dari 5 film finalis yang ikut dalam Night Award EADC 2016. Kategori terdiri: Film Favorit Pemirsa, Film Rekomendasi Juri, dan Film Terbaik.  Untuk seluruh finalis diberikan beasiswa oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kategori Film Favorit Pemirsa, dimenangkan oleh Film Sketsa 2 Kisah karya sutradara Lutfi Yulisa dan Muhammad Burhan dengan poling 39,20% suara. Kepada pemenang diberikan hadiah penghargaan berupa piala Eagle Award, uang pembinaan Rp20 juta dan kamera profesional.

Selanjutnya, Kategori Film Rekomendasi Juri, dimenangkan Film Kutukan Tak Bertuan karya sutradara Rahmi Rizki dan Ariza Saputra. Pemenang diberikan piala Eagle Award, uang pembinaan Rp30 juta Rupiah dan kamera profesional.

Puncak penghargaan kategori Film Terbaik, dimenangkan oleh film Mama Amamapare karya sutradara Yonri S. Revolt dan Febian Kakisina. Pemenang diberikan piala Eagle Award, uang pembinaan Rp50 juta Rupiah dan kamera profesional.

Berikut 5 finalis film Pada malam penghargaan EADC 2016:
1. Kutukan Tak Bertuan, dari Gayo, Aceh
2. Sketsa Dua Kisah, dari Bandar Lampung
3. Programmer Cilik, dari DKI Jakarta
4. Aku Perlu Tahu, dari Jombang, Jatim
5. Mama Amamapare, dari Timika, Papua

Tentang Eagle Awards Documentary Competition

Eagle Awards Documentary Competition (EADC) memberikan sebuah media bagi anak-anak muda yang kreatif untuk kritis terhadap sebuah fakta peristiwa, terhadap sebuah masalah yang sedang  terjadi di dalam masyarakat luas agar menjadi sebuah inspirasi perubahan.

Sinergisitas antara Eagle Awards dan anak-anak muda menghasilkan cerita inspiratif dari berbagai sudut pandang yang unik dan tegas. Melalui Eagle Awards anak-anak muda diajak untuk peduli dan kritis terhadap keadaan disekitar mereka dan menjadikan mereka para sutradara documenter Indonesia. Dan melalui pemikiran anak-anak muda, Eagle Awards mencoba mengajak masyarakat untuk melihat berbagai potensi bangsa Indonesia yang ada dibalik banyaknya permasalahan yang sedang dihadapi.

EADC pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005, merupakan ajang kompetisi dokumenter bagi pemula pembuat  film dokumenter dari kalangan mahasiswa. Kompetisi ini merupakan wadah bagi kaum muda peminat  dokumenter untuk menyampaikan aspirasi mereka dan respon isu-isu terkini tentang ke Indonesia-an serta menjadi catatan sejarah secara visual dari pandangan kaum muda dalam melihat ke-Indonesiaan-nya.
Foto:depkes.go.id

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami