Tak Lama Lagi, Tidak Ada Perairan Tanpa Sampah Plastik

Sampah plastik terbawa ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Kemudian sungai-sungai membawa sampah dan segala zat pencemar ke muara dan laut. Wah bisa dibayangkan ya jika masalah ini tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada menumpuknya sampah, baik di lautan maupun di perairan daratan.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Lingkungan

Pencemaran Sampah Plastik di Laut, Masalah Siapa??

Lingkungan | 0 Komentar

Di tengah banyaknya manfaat laut dan pentingnya sektor kelautan ini bagi kehidupan, ancaman kelestarian lingkungan hidup ekosistem laut juga tidak dapat diangap remeh. Pencemaran laut di Indonesia berada dalam kondisi yang memprihatinkan salah satunya disebabkan oleh sampah plastik. Penggunaan berbagai produk berbahan baku plastik dan penggunaannya secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius.

 

Indonesia pada tahun lalu telah teridentifikasi sebagai negara dengan pencemaran sampah plastik di laut terbesar kedua, dengan total 1,3 juta ton plastik. Menurut riset yang dikemukakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) 2015, sekitar 8 juta metrik ton sampah plastik berakhir di laut dan Indonesia menduduki peringkat kedua dalam daftar 192 negara yang menyumbangkan sampah terbanyak ke laut setelah Tiongkok. Pencemaran laut seperti ini sesungguhnya dapat menimbulkan kerugian bagi negara-negara dunia hingga sebesar 1,4 miliar USD. Tidak hanya itu, menurut riset dari Forum Ekonomi Dunia, apabila pola ini tidak berubah, maka akan lebih banyak plastik daripada ikan di laut pada 2050.

 

Pasalnya dampak pencemaran laut oleh plastik ini tidak hanya merugikan negara dan perekonomian manusia, namun juga berpengaruh pada keseimbangan kondisi biota dan ekosistem bawah air. Seperti pada banyak kasus ditemukannya plastik dalam tubuh ikan dan makhluk hidup laut yang saat ini ramai dibicarakan. Salah satu contohnya adalah ditemukannya 30 kantong plastik dan jenis sampah plastik lainnya dalam perut paus berparuh Cuvier di perairan Norwegia. Kasus serupa banyak terjadi di seluruh wilayah negara-negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

 

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan akan mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025 mendatang. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam siaran pers oleh CNN Indonesia menjelaskan akan mengalokasikan dana hingga Rp 1 milliar USD per tahun untuk mengurangi sampah terutama plastik di laut (Feb 2017).

Adapun upaya yang perlu dilakukan untuk menanggulangi permasalahan pencemaran laut oleh sampah plastik ini seharusnya datang dari berbagai bidang. Hal ini dikarenakan permasalahan pencemaran laut oleh sampah plastik ini dapat berpengaruh bagi pembangunan berkelanjutan di satu negara. Indonesa, sebagai salah satu negara yang ikut serta dalam program SDGs yang dicanangkan oleh PBB sudah sepatutnya turut serta dalam penanganan masalah ini. Dari segi pemerintah dapat membuat kebijakan bagi individu maupun swasta dan mengalokasikan dana yang berguna bagi upaya penanggulangan masalah ini. Dari segi masyarakat dan individu Anda bisa memulai mengubah perilaku konsumtif dan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycyle) dalam hidup sehari-hari demi mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan.  

 

Sumber : CNN Indonesia

Sumber Foto : Freepik

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami