Tak Lama Lagi, Tidak Ada Perairan Tanpa Sampah Plastik

Sampah plastik terbawa ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Kemudian sungai-sungai membawa sampah dan segala zat pencemar ke muara dan laut. Wah bisa dibayangkan ya jika masalah ini tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada menumpuknya sampah, baik di lautan maupun di perairan daratan.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Lingkungan

Pencemaran Makin Memprihatinkan

Lingkungan | 0 Komentar

Tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi di kota besar rupanya berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan dari tahun ke tahun. Aktivitas dan pola konsumsi masyarakat perkotaan memengaruhi jumlah sampah yang dihasilkan.


Sampah jelas bukan suatu hal yang kita perlukan, karenanya ingin dibuang atau disingkirkan. Sebagian besar individu akan membuang sampah di tempat pembuangan sampah, pembuangan akhir, atau membakarnya.
Segera setelah sampah tersebut tak terlihat lagi kita cenderung berpikir bahwa sampah tak lagi memiliki dampak yang membahayakan bagi kita. Sesungguhnya tidak demikian. Sampah yang tidak dibuang dengan baik bisa memberi beragam dampak buruk bagi tanah, udara, air, dan juga manusia. Sampah bisa menjadi berbahaya jika tak dibakar dengan baik atau dibuang ke tempat yang keliru di alam terbuka.
Kontaminasi tanah

Penting untuk memiliki pengetahuan dasar daur ulang sehingga sampah yang dibuang ke tempat sampah bisa diolah dengan benar. Plastik, metal, kertas, dan jenis kaca tertentu umumnya bisa didaur ulang. Jika dibawa ke lokasi daur ulang, barang-barang tersebut bisa diolah untuk digunakan kembali. Tak akan berakhir menjadi sampah atau mencelakai lingkungan.


Benda-benda yang bisa didaur ulang jika dibuang ke tanah bisa berpotensi mengontaminasi kesuburan tanah tersebut. The Western Courier menjelaskan bahwa botol air minum plastik yang rusak mampu melepaskan DEHA, sejenis karsinogen yang bisa menyebabkan masalah reproduksi, gangguan lever, dan penurunan berat badan. Senyawa kimia ini juga bisa bertahan di tanah dan menyebabkan kontaminasi pada tumbuhan dan hewan serta sumber air. Koran atau kertas yang mengandung tinta bisa jadi sangat beracun pada tanah itu juga. Maka itu sampah yang dibuang atau tidak diolah dengan baik di tempat pembuangan sampah bisa mengontaminasi lingkungan sekitarnya.


Kontaminasi Udara
Saat membuang sampah yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti pemutih, asam, atau minyak, penting untuk dicermati apakah kita sudah mengemasnya dalam wadah yang disarankan atau diberi label dengan benar. Kertas, plastik, dan material lainnya bisa mengontaminasi udara jika dibakar. Seiring waktu, zat-zat kimia tersebut bisa semakin menumpuk dalam lapisan ozon.

 

Jika asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah tersebut mengandung kimia berbahaya seperti dioxin dan berbaur dengan udara yang dihirup manusia maka dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Sampah yang tak dibuang dengan cara yang benar juga akan mulai melepaskan gas metan. Menurut Energy Information Administration, gas-gas tersebut merupakan gas-gas rumah kaca yang bisa menghancurkan lapisan ozon dan berkontribusi dalam perubahan iklim dan global warming.

 

Pencemaran Sumber Air dan Lingkungan
Pembusukan sampah organik menghasilkan cairan beracun, bau, dan berwarna kehitaman yang juga disebut leachate. Jika sampah terlambat diangkut dari sumber sampah semisal rumah, pasar, dan lainnya ke tempat pembuangan sementara atau tempat pembuangan akhir, akan menumpuk, berubah menjadi leachate, berbau tak sedap, serta menjadi tempak berkembang biak lalat, tikus, dan belatung.
Aliran leachate di bawah timbunan sampah berpotensi mencemari air tanah. Kualitas air pada sumber air di sekitar timbunan sampah itu menjadi kurang baik dan tak memenuhi peryasaratan untuk dijadikan air baku air minum karena relatif tinggi kandungan zat polutan seperti nitrat, nitrit, mangan, kalsium, natrium, magnesium, klorida.
Sumber: liputan6.com
Foto: freepik.com

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami