Tak Lama Lagi, Tidak Ada Perairan Tanpa Sampah Plastik

Sampah plastik terbawa ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Kemudian sungai-sungai membawa sampah dan segala zat pencemar ke muara dan laut. Wah bisa dibayangkan ya jika masalah ini tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada menumpuknya sampah, baik di lautan maupun di perairan daratan.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Lingkungan

Kelola Sampah dengan Tepat

Lingkungan | 0 Komentar


Sampah di sekitar kita beragam jenisnya. Ada yang berasal dari rumah tangga, pasar, industri, rumah sakit, kantor, dan lainnya. Berdasarkan komposisinya, sampah dibagi menjadi dua: organik dan anorganik. Sampah organik dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang bersifat biodegradable atau mudah diurai dengan proses alami.

Sebagian besar sampah rumah tangga merupakan sampah organik. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan nonhayati yang bersifat tak mudah diurai oleh alam seperti plastik, logam, kertas, kaca, dan lainnya. Dengan mencermati jenis sampah tersebut, masyarakat yang tinggal di kota besar bisa memilah untuk selanjutnya mengolah sampah dengan berbagai alternatif cara.
 

Sampah bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi karena bisa diolah menjadi bahan bakar atau pupuk. Ada beberapa cara yang digunakan dalam pengolahan sampah, misalnya dengan TPA (landfilling), pembakaran atau insinerasi (incineration), dan daur ulang (recycling), atau mengubah sampah menjadi energi.
 

Sejauh ini cara pengolahan sampah yang umum digunakan di Indonesia adalah dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Masih sedikit sampah yang didaur ulang. Cara pengolahan sampah dengan membawanya ke TPA menjadi kurang efektif jika lahan semakin terbatas. Selain itu, pengolahan sampah dengan jenis ini menghasilkan gas metan yang menyebabkan efek rumah kaca, sumber penyakit, dan pada umumnya ditentang oleh masyarakat setempat.
 

Cara pengolahan sampah lainnya adalah dengan insenerasi. Melalui cara ini, sampah dapat diolah dalam volume besar. Tetapi cara pengolahan sampah ini masih menimbulkan masalah lingkungan, yaitu adanya dioxin yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti kerusakan sistem kekebalan tubuh, kanker, gangguan reproduksi, dan lainnya. Selain itu juga diperlukan investasi yang sangat besar untuk mengolah sampah dengan cara ini.
 

Proses pengolahan sampah yang lebih alami adalah dengan komposting. Mengubah limbah organik yaitu sisa-sisa tanaman, sampah kebun, dan dapur untuk diubah menjadi pupuk kaya nutrisi bagi tanaman. Kompos adalah salah satu metode terbaik pengolahan limbah karena dapat mengubah produk organik yang tidak aman menjadi kompos yang aman. Namun proses ini lambat dan memakan banyak ruang.
 

Sampah pun bisa diolah menjadi energi, dikenal dengan metode Waste to Energy (WTE). Prosesnya melibatkan mengonversi jenis sampah yang tak bisa didaur ulang menjadi panas yang bisa digunakan, diubah menjadi listrik atau bahan bakar melalui berbagai proses. Jenis sumber energy ini bersifat renewable atau bisa diperbaharui karena sampah yang tak bisa didaur ulang bisa digunakan berkali-kali untuk menghasilkan energy. Pengolahan sampah jenis ini juga bisa membantu mengurangi emisi karbon dengan meminimalisir kebutuhan energi dari sumber tambang.
Sumber: liputan6.com
Foto: freepik.com

 

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami