Wanita Berkarier di Bidang Sains dan Teknologi, Kenapa Tidak?

Dengan perkembangan dunia yang serba digital saat ini wanita seharusnya memiliki kesempatan berkarier lebih luas, termasuk berkecimpung di dunia sains dan teknologi. Apalagi wanita kini telah terintegrasi dengan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk juga dalam hal pekerjaan

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Gaya Hidup

Indonesia Sport Fashion Week 2016: Buka ‘Jendela’ Baru Industri Fashion

Gaya Hidup | 0 Komentar

 

Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebugaran telah turut menumbuhkan era kebangkitan active wear.  Selain itu, seiring peningkatan aktivitas masyarakat, berkembang pula olah raga dan berbagai permainan tradisional (games) yang menjadi aktivitas rutin, bahkan pada akhirnya juga diperlombakan.

Alhasil, terbukalah definisi baru tentang kebugaran dan kesehatan. Perkembangan tersebut direspons pula oleh para ahli di bidang kreatif melalui revolusi di bidang desain. Maka bukan hanya bentuk dan rupa active wear yang berubah, namun mereka membuat berbagai terobosan desain baru active wear.

Nah, dalam upaya menarik perhatian konsumen maupun pengguna active wear, merek besar dalam sport and active wear juga melakukan kolaborasi dengan desainer mode ternama. Belakangan bahkan mereka bereskpansi melakukan kolaborasi dengan pesohor dunia. 

Sementara pada lini ritel, para pemilik brand ready to wear malah sejak beberapa tahun silam sudah memiliki divisi untuk active wear dalam naungan merek mereka.

Sebagai informasi, pada 6-12 Oktober 2016, Indonesia menjadi tuan rumah TAFISA Games 2016. TAFISA (The Association For International Sport for All) merupakan olah raga dunia bagi permainan tradisional olah raga di bawah lindungan UNESCO dan International Olympic Committee (IOC). Kota Jakarta menjadi tuan rumah dalam acara TAFISA Games 2016 yang akan diselenggarakan di Ancol serta Taman Mini.

 Sebagai tuan rumah, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) menyajikan beragam acara menarik dalam TAFISA Games 2016. Salah satunya, Indonesia Sport Fashion Week yang diselenggarakan pada 7 Oktober 2016 di Mal ABC Ancol Jakarta.

Koordinator Indonesia Sport Fashion Week 2016, Corrie Kastubi mengatakan, salah satu ide diselenggarakannya kegiatan ini adalah agar geliat acara olah raga tersebut dapat mencetuskan kreativitas yang kelak dapat menumbuhkan nilai ekonomi di masyarakat, khususnya bagi kalangan desainer.

“Banyak event olah raga internasional yang diselenggarakan di Indonesia seperti maraton, Tour de Singkarak, Bali Spirit Festival dan sebagainya. Kita  lihat bahwa semakin banyak brand  mengarah pada sporty look dan busana olah raga telah berkembang menjadi lifestyle di masyarakat,” ucap Corrie mengenai acara Indonesia Sport Fashion Week yang diselenggarakan untuk pertamakalinya ini.

Corrie mengungkapkan, saat ini kerap terlihat bahwa masyarakat memiliki kecenderungan untuk tampil ‘in’ ketika melakukan aktivitas senggang. “Kalau kita perhatikan, banyak sekali orang yang mengenakan busana dengan gaya sporty yang diberi sentuhan fashion.”

Sementara, Ketua APPMI, Poppy Dharsono, mengatakan, berlangsungnya TAFISA 2016 sebagai sebuah peluang untuk mengajak khalayak melihat industri fashion dari sisi dunia sport. “Di luar sana banyak desainer fashion yang ditarik untuk bekerja sama dengan brand sport wear. Akhirnya membuat brand sport wear menjadi lebih luas pemakaiannya. Artinya, dunia desain busana olah raga semakin fleksibel dalam menyasar pasar. Hal ini juga berpeluang untuk industri fashion di Indonesia”.  

Corrie juga meyakini, desainer Indonesia memiliki kemampuan luar biasa untuk sport wear seperti yang telah ditunjukkan dalam busana modest atau hijab yang kini telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif.

Adapun desainer yang akan menampilkan karyanya dalam acara tersebut antara lain Poppy Dharsono, Ivan Gunawan, Itang Yunasz, Barli, Merdy Sihombing, Rudi Chandra, Sonny Muchlison, Nina Azura, Yuan, Mendalami by Yuanita Sabrina, Mandidi Style by Didi Wahab, me look mel by Melanie, meiske, Agus Sagas, Hammer, Coconut Island, dan Nails yang telah lama berkecimpung dalam dunia fashion.

Corrie berkeyakinan, acara tersebut juga sekaligus dimanfaatkan untuk memperkenalkan unsur etnik Indonesia seperti batik, tenun dan lainnya.  “Saya melihat banyak desainer yang sudah memanfaatkan unsur lokal dalam kreasi mereka. Saya yakin bahwa karya budaya Indonesia juga dapat diterapkan menjadi sporty wear dan menjadi nilai tambah bagi karya mereka,” ungkapnya.

Corrie berharap, acara Indonesia Sport Fashion Week pertama ini selanjutnya dapat terus terselenggara pada tahun-tahun berikutnya. “Saya melihat merchandising akan menjadi industri yang menjanjikan di masa mendatang dan terus membesar seiring dengan tumbuhnya permintaan serta pasar di dalam maupun di luar negeri.” 
Foto: isfw

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami