Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017: Tampilkan Dinamika Fashion Muslim Indonesia

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia kembali diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 6-9 April 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Galeri

Indonesia Menjadi Pusat Mode Muslim Dunia

Galeri | 0 Komentar

Sejumlah merek global, mulai dari kategori high-end hingga high-street fashion makin marak merambah Modest fashion, di antaranya DKNY, Oscar de la Renta, Tommy Hilfiger, Dolce & Gabbana, Zara, Mango, Uniqlo, dan H&M.

Fenomena ini membuktikan bahwa pelaku mode dunia melihat peluang bisnis yang menjanjikan dari sektor busana muslim. Menurut data The State of the Global Islamic Economy Report 2015/2016, pasar pakaian muslim mencapai 230 miliar dolar Amerika Serikat (USD) di tahun 2014 atau setara Rp3.000 triliun lebih dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 327 miliar USD atau sekitar Rp4.354 triliun di tahun 2020.

Jika dibandingkan dengan pasar pakaian global, pakaian muslim saat ini berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat (senilai 400 miliar USD) dan Cina (senilai 310 miliar USD). Dengan jumlah penduduk beragama Islam yang sangat besar, Indonesia menjadi pangsa pasar konsumsi pakaian muslim terbesar ke-5 di dunia (12,69 miliar USD), setelah Turki (24,84 miliar USD), Uni Emirat Arab (18,24 miliar USD), Nigeria (14,99 miliar USD), dan Saudi Arabia (14,73 miliar USD). Sedangkan eksportir terbesar pakaian muslim adalah Cina (28.629 juta USD), India (3.872 juta USD), dan Turki (2.338 juta USD).

Fakta tersebut tentu menggiurkan bagi produsen busana muslim mancanegara untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar sasaran produknya. Memiliki tiga kekuatan utama, yaitu kaya akan sumber daya alam, budaya, dan kreatif, Indonesia memiliki potensi untuk memberdayakan produk busana muslim sebagai komoditas yang potensial untuk menguasai pasar lokal dan merambah pasar internasional.

Untuk itulah, pemerintah optimis mencanangkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim di tingkat Asia pada 2018 dan tingkat dunia pada 2020. Dengan begitu, Indonesia tak hanya dijadikan konsumen produk buatan negara lain, namun dapat menjadi produsen pakaian muslim untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri sekaligus skala global.

Menjadi kiblat mode muslim dunia, berarti menjadi pusat inspirasi atau tren, pusat standarisasi kualitas, pusat produksi, dan pusat belanja sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut tentu bukan hal yang mudah. Diperlukan kesiapan sektor industri fashion dari hulu hingga hilir, termasuk supply chain (rantai pasokan), mulai dari praproduksi, produksi, pemasaran, hingga distribusi.

Maka mutlak dibutuhkan peran serta dari seluruh pihak, baik yang terkait langsung maupun tidak terhadap industri fashion di tanah air. Mulai dari pengusaha fashion muslim (desainer dan label), produsen tekstil, perusahaan garmen, pusat perbelanjaan (mal), institusi pemerintah dan swasta, bahkan media massa untuk saling terintegrasi dalam menjalin komunikasi, koordinasi yang sinergis, dan upaya yang konkret dan berkelanjutan.

Sejak target sebagai sentra mode muslim dunia dicetuskan pada tahun 2010, terlihat perkembangan cukup pesat yang ditandai dengan semakin ramai pelaku fashion muslim serta semakin gencar gelaran fashion muslim dari skala kecil hingga besar. Menurut data Kementerian Perdagangan, pada periode 2011-2015 nilai ekspor produk busana muslim menunjukkan kenaikan sebesar 8,15 persen. Pada tahun 2014 volume ekspor busana muslim mencapai 4,63 miliar USD dan tahun 2015 berhasil menembus 4,57 miliar USD. Sedangkan pencapaian pada Januari 2016 meningkat 2,13 persen dari periode yang sama di tahun lalu, yaitu dari 366,2 juta USD menjadi 374 juta USD dengan tujuan negara ekspor antara lain Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Inggris, Australia, Kanada, Uni Emirat Arab, Belgia, dan China.
 
Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2016 dengan target menjadi barometer mode muslim global, praktis industri fashion muslim di tanah air harus memiliki acuan tren tersendiri untuk ditawarkan ke kancah internasional. Apalagi gaya busana muslim yang begitu beragam, mulai dari gaya konvensional hingga kontemporer untuk memenuhi berbagai selera konsumen, menjadi keunggulan industri fashion muslim Indonesia.

Untuk itulah, Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Hijabersmom Community (HmC) sebagai strategic partner serta PT. Ditali Cipta Kreatif
sebagai organizer menyelenggarakan Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2016 yang merupakan ruang untuk memasarkan kekuatan dan keragaman gaya busana muslim kreasi desainer dan label Indonesia yang diarahkan pada ready to wear craft fashion dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2016/2017.

Ajang tahunan yang digelar pertama kalinya pada 25-29 Mei 2016 di Plaza Selatan, Istora Senayan, Jakarta ini menggaungkan keragaman
style busana muslim khas Indonesia agar tersebar luas hingga skala internasional melalui tema #ScreenshootTheLook.
 
“MUFFEST Indonesia merupakan langkah konkret dan berkesinambungan dalam menggerakkan industri busana muslim sebagai salah satu lokomotif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ajang ini ditargetkanmenjadi etalase bagi produk busana muslim Indonesia agar terekspos sampai ke kancah internasional,” papar Ali Charisma, Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber (IFC). Melalui MUFFEST Indonesia diharapkan semua pihak dapat bersinergi menciptakan kerja sama yang efektif, di antaranya dengan menyiapkan pelaku industri, memperkuat strategi yang terarah, dan menggelar event fashion muslim yang bertaraf internasional.

”Dengan komitmen memberikan kesempatan kepada desainer dan label busana muslim Indonesia untuk meningkatkan kompetensi produk sekaligus memperkuat fondasi bisnisnya, MUFFEST Indonesia 2016 menggelar fashion show yang ditunjang dengan exhibition (pameran
dagang). Rangkaian fashion show menampilkan tren fashion muslim 2017 karya para desainer dan label busana muslim tanah air."

Area exhibition MUFFEST Indonesia 2016 menampilkan lebih dari 250 label fashion muslim yang memperkuat konsep ritel atau B2C (Business to Customer) sekaligus mengarah pada B2B (Business to Business) dengan mendatangkan buyer lokal dan internasional.

MUFFEST Indonesia bukan sekadar fashion event,  melainkan sebagai fashion movement yang menyosialisasikan kebanggaan terhadap produk buatan lokal serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan hidup dengan melibatkan sinergi seluruh stakeholder,  mulai dari pemerintah,
kreator dan pelaku bisnis dari kalangan desainer, perajin, UKM/IKM, garmen, tekstil, asosiasi, dan akademisi. Menunjang kegiatan
fashion show dan exhibition, MUFFEST Indonesia 2016 mengadakan berbagai seminar/talkshow dan workshop, antara lain Seminar Indonesia Trend Forecasting 2017/2018 dengan tema “Grey Zone”. Selain itu, dilengkapi pula dengan rangkaian kegiatan seperti competition, community gathering, trend installation, bahkan Kuliner Halal persembahan dari Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI).

Penyelenggaraan MUFFEST Indonesia 2016 turut didukung instansi pemerintah yang berkomitmen memberdayakan industri fashion muslim di tanah air. Yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang mengarahkan sektor busana muslim sebagai komoditi pertumbuhan ekonomi. Kementerian Perdagangan yang berupaya mengangkat produk busana muslim agar siap ekspor dan mempersiapkan jalur distribusinya. Kementerian Pariwisata yang menggaungkan Indonesia sebagai destinasi wisata belanja busana muslim di kancah dunia.

Kementerian Perindustrian yang menerapkan program sosialisasi standarisasi ukuran busana dan mempersiapkan sistem industri hijau.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang fokus pada pemberdayaan komunitas dan kelompok kerja kreatif melalui wadah koperasi dan program penguatan permodalan. Badan Ekonomi Kreatif yang mendorong strategi kampanye Indonesia sebagai sentra mode muslim dunia. Dengan berorientasi dalam menetaskan pelaku industri fashion muslim yang memiliki kreativitas tinggi dan fondasi bisnis yang solid, MUFFEST Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kompetensi fashion muslim Indonesia agar diterima pasar lokal secara luas, sehingga mempermudah langkah untuk ekspansi ke pasar global dan mengantarkan Indonesia menjadi pusat mode busana muslim dunia.

 

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami