Tak Lama Lagi, Tidak Ada Perairan Tanpa Sampah Plastik

Sampah plastik terbawa ke laut dan pantai oleh parit kota yang bermuara ke sungai. Kemudian sungai-sungai membawa sampah dan segala zat pencemar ke muara dan laut. Wah bisa dibayangkan ya jika masalah ini tidak segera ditanggulangi akan berakibat pada menumpuknya sampah, baik di lautan maupun di perairan daratan.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Lingkungan

Cegah Perdagangan Satwa Liar

Lingkungan | 0 Komentar

Selain kebijakan perlindungan TSL (Tumbuhan dan Satwa Liar), Indonesia juga aktif memberantas kejahatan perdagangan TSL (wildlife crime).

Sepanjang periode 2010-2014 jumlah kasus TSL yang berhasil diselesaikan sebanyak 146 kasus dari total 188 kasus atau sebesar 77,6%.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, meskipun jumlah kasus yang terselesaikan cukup tinggi, namun kecenderungan kasus kejahatan perdagangan dan peredaran ilegal TSL terus meningkat.

Hal tersebut menunjukkan upaya penegakan hukum saja belum cukup untuk menekan laju kejahatan TSL. Masih perlu untuk memperkuat kerja sama antara negara sumber, negara tujuan dan negara transit sehingga jaringan perdagangan ilegal antarnegara terputus.

Wildlife crime telah menjadi Transnational Organized Crime dan diposisikan serupa dengan kejahatan luar biasa, seperti korupsi, pencucian uang, kejahatan terorganisir, senjata api ilegal, obat-obatan dan terorisme.
 
Kejahatan TSL begitu menarik bagi pelakunya karena menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Nilai perdagangan satwa ilegal mencapai 15 – 20 miliar dollar per tahun.

Ini merupakan angka perdagangan ilegal yang sangat besar di 4 dunia, dimana nilainya hampir sama dengan perdagangan narkoba, senjata dan manusia.

Upaya konservasi secara langsung dapat mengatasi wildlife crime. Konservasi yang menekankan pada upaya pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati secara tegas melarang adanya perburuan TSL dilindungi.

Konservasi juga mengatur agar pemanfaatan TSL dilakukan dengan optimal agar kondisinya tetap lestari. Upaya konservasi ini secara nyata di lapangan dapat diarahkan untuk mengurangi konflik manusia-satwa liar dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan konservasi, sehingga dukungan sosial untuk perlindungan satwa liar meningkat dan ruang gerak perburuan akan berkurang.
(hil)
Foto: unmultimedia.org

 

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami