Mari Makan Ikan !

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki pengaruh bagi melimpahnya sumber daya laut, khususnya Ikan. Namun, sangat disayangkan ternyata sumber daya laut yang melimpah itu tidak dinikmati oleh warganya sendiri. Hal ini terlihat dari jumlah konsumsi ikan pada masyarakat Indonesia yang ternyata tidak cukup tinggi.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Kesehatan

Badan POM Melayani dan Melindungi Masyarakat

Kesehatan | 0 Komentar

 

Pada 8 Desember 2016, tepat 100 hari Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP mengemban tugas sebagai Kepala Badan POM. Sejak dilantik Presiden RI, Joko Widodo pada 20 Juli 2016 lalu, Penny membaktikan diri untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla mewujudkan generasi Indonesia sehat melalui berbagai skema terobosan kebijakan pengawasan Obat dan Makanan. 

Berbagai strategi penguatan Badan POM dikedepankan menuju kemandirian pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia. Dalam pengawasan Obat dan Makanan terdapat dua aspek besar yang perlu ditekankan yaitu kemandirian pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. “Optimalisasi sistem pengawasan yang sudah ada, perkuatan organisasi, dasar hukum, dan revitalisasi sistem pengawasan perlu dimaksimalkan agar penyimpangan bisa terdeteksi dan dicegah sedini mungkin, dan apabila ditemukan bukti dapat ditindak dengan sanksi yang memberikan efek jera”, tegas Penny.
 
Tercatat beberapa fokus penguatan Badan POM yang dilakukan Penny selama 100 hari kerjanya, antara lain penguatan regulasi, kelembagaan, efisiensi pendanaan dan sumber daya, kemitraan lintas sektor, percepatan pelayanan publik, serta penguatan pengawasan Obat dan Makanan termasuk pemberantasan Obat dan Makanan ilegal. 

Saat ini tengah dilakukan penyusunan beberapa dokumen penguatan dasar hukum Badan POM, antara lain Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan, Rancangan Peraturan Presiden tentang Badan POM, rancangan Instruksi Presiden tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, revisi bisnis proses pengawasan obat, serta revisi beberapa Peraturan Menteri Kesehatan terkait kewenangan Badan POM. Peraturan terkait Pengawasan Obat dan Makanan tersebut bersifat transisi sebelum Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan disahkan.
 
Pengawasan semesta baik pre- dan post-market dengan melibatkan peran aktif pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat terus diintensifkan untuk mengatasi kompleksitas permasalahan pengawasan Obat dan Makanan di seluruh Nusantara. Berbagai perjanjian kerjasama telah diformalkan, antara lain dengan Kepolisian, Kejaksaan Agung (tahap finalisasi), pemerintah daerah, dan pemerintah negara lain seperti dengan Kazakhstan dan Ukraina untuk mendorong ekspor impor produk Obat dan Makanan. 

Untuk itu, Penny terus meningkatkan penggalangan kerja sama dengan berbagai pihak terutama Criminal Justice System dalam melakukan investigasi dan penyidikan pelanggaran Obat dan Makanan. Selama 100 hari kerjanya, Penny telah melakukan beberapa kali investigasi dan menemukan sarana produksi maupun distribusi Obat dan Makanan ilegal. Hingga November 2016 nilai keekonomian produk ilegal yang ditemukan mencapai Rp209,615 miliar.
 
Di sektor layanan publik, Penny melakukan percepatan untuk deregulasi pelayanan registrasi dalam rangka mempercepat waktu pelayanan melalui optimalisasi penggunaan teknologi informasi sehingga pelayanan dapat dilakukan secara online, meniadakan tatap muka, serta tidak terbatas waktu dan tempat. 

Perlu juga diketahui, Badan POM meluncurkan beberapa sistem online untuk memberi kemudahan pelaku usaha dalam memasarkan produk Obat dan Makanannya. Sistem yang diluncurkan, antara lain e-Registrasi Obat Baru untuk pendaftaran produk obat baru, e-SKE Pangan untuk penerbitan Surat Keterangan Ekspor (SKE) Pangan, serta PPUK (Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik) Satu Pintu yang bekerja sama dengan Badan Litbangkes dan Kementerian Kesehatan. 

Selain itu, untuk memperkuat ekspor Obat dan Makanan Nasional, Badan POM meluncurkan layanan Export Consultation Desk (ECD) yang dapat meningkatkan akses pasar produk Indonesia di Negara tujuan ekspor. Aplikasi lain yang diluncurkan hari ini adalah HaloBPOM Mobile yang dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi serta melakukan pengaduan seputar Obat dan Makanan. 

Tidak hanya meluncurkan layanan baru, Penny pun terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang selama ini telah berjalan. Fokus Penny lainnya adalah pada percepatan waktu layanan publik, antara lain berupa percepatan Registrasi Obat Tradisional (OT) dan Suplemen Makanan untuk tujuan ekspor online dari 30 hari kerja menjadi 3 hari kerja serta Percepatan Notifikasi Parfum dari 14 hari kerja menjadi 3 hari kerja.
 
Momen 100 Hari Kerja ini menjadi titik awal bagi Penny untuk terus memberikan inovasi dan reformasi birokrasi demi penyelenggaraan sistem pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia yang lebih baik. Ke depannya, strategi penguatan kelembagaan Badan POM akan dilakukan dengan memperluas kewenangan pengawasan hingga di tingkat Kabupaten/Kota, dan dalam waktu dekat juga akan dibentuk Deputi Bidang Kewaspadaan dan Penindakan yang diharapkan akan lebih mengoptimalkan pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan Badan POM. 

Badan POM melakukan terobosan pengawasan berbasis digital melalui aplikasi QR Code yang akan memudahkan masyarakat memperoleh akses data dan informasi tentang Obat dan Makanan dari Badan POM. Aplikasi QR Code didukung oleh manajemen data dan informasi menuju Satu Data. Pengawasan jalur legal dan ilegal menggunakan QR Code melibatkan peran aktif masyarakat.
 
Selain itu juga dibentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di Badan POM. Strategi yang dilakukan antara lain melalui pelarangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan POM untuk menjadi penanggung jawab sarana pada objek pengawas Badan POM dan pelarangan penggunaan biro jasa (calo) dalam proses pengurusan perizinan. Untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memenuhi standar/ketentuan registrasi, maka ke depan Badan POM akan terus meningkatkan fasilitasi untuk bimbingan teknis (coaching clinic) terutama pelaku usaha UMKM.
 
Berbagai upaya pemberdayaan masyarakat agar menjadi konsumen cerdas pun dilakukan langsung oleh Penny, antara lain melalui dialog tentang tips agar terhindar dari obat ilegal di area car free day Jakarta, dialog dengan para siswa di berbagai sekolah dasar di Merauke dan Manado, serta dialog dengan berbagai suku di Kabupaten Mimika Papua.

 

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami