Mari Makan Ikan !

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki pengaruh bagi melimpahnya sumber daya laut, khususnya Ikan. Namun, sangat disayangkan ternyata sumber daya laut yang melimpah itu tidak dinikmati oleh warganya sendiri. Hal ini terlihat dari jumlah konsumsi ikan pada masyarakat Indonesia yang ternyata tidak cukup tinggi.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Kesehatan

Ayo, Cetak Generasi Cerdas!

Kesehatan | 0 Komentar

Sahabat Ibu, kita perlu mewaspadai terjadinya malnutrisi pada buah hati. Nah, mekanisme terjadinya malnutrisi pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dalam istilah medis disebut sebagai konsep Developmental Plasticity. 

Artinya, janin memiliki sifat plastisitas (fleksibilitas) pada periode perkembangannya. Janin akan menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang dikonsumi ibunya. 

Maka bila asupan gizi ibu hamil kurang, janin pun akan mengurangi sel-sel perkembangan tubuhnya. Jadi, masa kehamilan adalah masa-masa kritis yang penting diperhatikan, terutama terkait kebutuhan atau pemenuhan akan zat-zat gizi.  

Perlu juga kita ketahui, seribu HPK adalah masa pertumbuhan dan perkembangan seluruh organ dan sistem tubuh. Saat calon ibu memasuki usia kehamilan 8 minggu, inilah momen terbentuknya cikal bakal organ-organ janin yang akan terus berkembang. Organ tubuh tersebut di antaranya otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki, dan  lainnya.

Selanjutnya, pada usia kehamilan 9 minggu hingga ibu menjelang melahirkan, organ tubuh janin bertumbuh dan berkembang pesat hingga akhirnya lahir ke dunia. Ketika lahir, bayi mempunyai organ tubuh yang hampir semuanya telah selesai dibentuk. Seiring waktu dan pertambahan usia, organ-organnya terus berkembang hingga usia 2-3 tahun. Salah satu organ pentin yang bertumbuh-kembang dengan pesat adalah otak.

Singkat kata, periode kehidupan tersebut akan memengaruhi apakah seseorang akan cerdas, kompetitif, dan produktif. Atau justru sebaliknya. Terkait hal ini, sebuah asesmen yang dilakukan pada 2012 oleh suatu organisasi global bergengsi yaitu OECD PISA (the Organisation for Economic Co-operation and Development - Programme for International Student Assessment) terhadap kompetensi 510.000 pelajar usia 15 tahun di 65 negara, termasuk Indonesia, dalam bidang membaca, matematika dan sains. Ternyata diketahui, posisi Singapura, Vietnam, Thailand dan Malaysia berturut-turut adalah pada urutan ke 2, 17, 50 dan 52. Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. 

Kemudian, data lain yang perlu kita ketahui adalah hasil survei nasional Riskesdas tahun 2007, 2010 dan 2013 yang menunjukkan tingginya prevalensi berbagai penyakit kronis secara nasional. Prevalensi tersebut cenderung meningkat dari tahun ke tahun. 

Fakta menunjukkan, hampir sepertiga penduduk dewasa Indonesia menderita hipertensi dan sekitar 7 % menderita penyakit jantung. Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian pertama di Indonesia, sementara kelainan pembuluh darah, diabetes mellitus dan darah tinggi termasuk dalam 10 penyebab utama kematian. 

Fakta lain, sepertiga anak Indonesia usia di bawah lima tahun mempunyai status gizi stunting (pendek). Diketahui, lebih dari seperlima anak sudah mengalami stunting pada usia 0-5 bulan, mencapai puncaknya pada usia antara 2-3 tahun, yaitu lebih dari 40%. 

Prevalensi stunting pada balita dari kelompok masyarakat termiskin lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakat terkaya, tetapi prevalensi pada kelompok terkaya juga sangat tinggi yaitu 30%. Hal ini mengindikasikan, mayoritas masyarakat Indonesia pernah mengalami kekurangan gizi kronis dan berulang bahkan dimulai pada usia sangat dini.
(hil)
Foto: freepik

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami