Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017: Tampilkan Dinamika Fashion Muslim Indonesia

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia kembali diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 6-9 April 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Selengkapnya

Anda berada disini : Beranda - Galeri

Amankah Obat dan Makanan yang Anda Konsumsi?

Galeri | 0 Komentar

Ada banyak produk obat dan makanan yang beredar di pasaran. Kita harus waspada karena tidak semua obat dan makanan tersebut aman dan layak dikonsumsi. 


Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes, dari Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan POM, pada acara talkshow Sahabat Ibu Indonesia Expo 2016, mengatakan pihak Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap berbagai produk yang beredr di masyarakat. Di antaranya adalah produk terapetik, (obat dan bahan obat, termasuk narkotika, ppsikotropika dan prekursor), pangan, kosmetik, produk komplemen (suplemen kesehatan dan obat kuasi) serta obat dan makanan.


Mengenai obat, lanjutnya, ada penggolongan obat yang perlu dipahami masyarakat. Yaitu: 
-Obat bebas. Obat ini bisa didapat tanpa resep dokter, pengggunannya bebas, dan bisa didapatkan di apotek atau toko obat. 
-Obat bebas terbatas. Obat ini bisa diperoleh tanpa resep dokter, penggunaannya terbatas dengan peringatan khusus. Obat ini didapat secara legal di apotek dan toko obat
-Obat keras. Obat ini harus dengan resep dokter, tempat penjualan secara legal di apotek, dan tidak boleh dijual di toko obat.
Masyarakat diimbau untuk memerhatikan nomor izin edar obat sebelum mengonsumsi untuk memastikan keamanan obat tersebut. 

Rita Endang mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai obat ilegal. Biasanya ini didapat dari perorangan, kios tanpa izin dan dibeli secara online. 
Tak kalah penting adalah untuk selalu mewaspadai obat palsu. Adapun tips agar kita terhindar idari obat palsu di antaranya: 
-Belilah obat hanya di sarana resmi seperti apotek dan toko obat berizin.
-Obat keras hanya dibeli di apotek dengan resep dokter
-Jangan terpedaya dengan harga obat yang murah
-Periksa kondisi kemasan obat (pastikan tersegel, informasi pada label tak mudah hilang dll)
Tanya informasi lebih lanjut kepada dokter atau apoteker

Obat Tradisional
Di masyarakat juga beredar Obat Tradisional (OT) yang digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu: 
-Jamu. Berupa seduhan, pil, cairan berisi seluruh bahan tanaman yang telah digunakan turun-temurun dan telah terbukti keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan.
-Obat herbal terstandar. Obat tradisional dari ekstak bahan alam (tanaman obat, binatang, mineral) yang telah terbukti pre-klinik (standar kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak, higienis produksi dan uji toksisitas akut dan kronis)
-Fitofarmaka. Obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya telah terstandar, ditunjang bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengecek nomor izin edar obat tradisional.

Adapun tips agar terhindar obat tradisonal berbahaya sebagai berikut:
-Gunakan OT yang sudah memiliki izin edar BPOM
-Jangan gunakan OT bersama obat kimia (resep dokter)
-Jika minum OT menimbulkan efek cepat, patut dicurigai ada penambahan BKO
-Selalu periksa tanggal kedaluwarsa
-Kunjungi website badan POM (www.pom.go.id) untuk mengetahui OT mengandung BKO di public warning
-Perhatikan informasi “Peringatan/Perhatian”
-Baca aturan pakai sebelum mengonsumsi OT

Kosmetik 
Satu hal lagi yang tak kalah penting diperhatikan adalah penggunaan kosmetik. Kosmetik memiliki banyak fungsi yaitu membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan, melindungi dan memelihara tubuh pada kondisi baik.
Kosmetik digunakan pada bagian luar tubuh manusia seperti epidermis (perawatan kulit), rambut (sampo, condisioner, pewarna rambut), kuku (nail color), bibir (lipstik), organ genital bagian luar (feminine hygiene) , gigi dan mukosa mulut (pasta gigi, mouth wash).
Sebelum menggunakan kosmetik, sebaiknya selalu memerhatikan nomor notifikasi kosmetik.

Pada kosmetik ada bahan berbahaya yang ditemukan, yaitu: 
-Merkuri, dapat memicu karsinogenik dan teratogenik (whitening).
-Hidrokinon, dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan dan rasa terbakar, ochronosis (whitening)
-Asam retinoat, menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, terkelupas berlebihan, teratogenik (peeling)
-Pewarna merah K3 dan rhodamin, dapat menimbulkan efek gangguan fungi hati, kanker hati, karsinogenik (sediaan make up).

Nah, berikut ini tips memilih kosmetik:
-Jangan gunakan kosmetik rusak, berubah warna, berubah bentuk
-Gunakan kosmetik sesuai petunjuk label
-Hati-hati produk palsu atau tiruan
-Hindari penggunaan kosmetik milik orang lain
-Simpan kosmetik dengan baik 
-Tes dahulu di daerah belakang telinga/balik telapak tangan untuk menghindari efek tak diinginkan, terutama produk yang baru pertama kali digunakan.
-Ternotifikasi BPOM
-Pastikan kemasan dalam keadaan baik
-Hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila terjadi efek samping

Komentar :


Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Menarik sekali,boleh gabung gak?...
Nama: Oktaviyana di Wajah Bunda Indonesia: Senang Cari Ilmu

Hallo aku Tiwi, penyuluh online dari Arisan Mapan ini. aku...
Nama: Tiwi Mapan di Program Arisan Mapan

Terima kasih untuk tulisannya. Salam sayang untuk semua: Ibu Indonesia. reda...
Nama: Reda Gaudiamo di AriReda Tur Perdana di Usia Senja

Kontak Kami